Februari 05, 2009

Kebiasaan Baru...

Sekarang ini aku lagi punya kebiasaan baru yang mengasikan & menyenangkan :) . Dah beberapa minggu ini punya kebiasaan cek saldo di rekening bank. Yup Alhamdulillah banget semakin hari bisnis online jilbabku semakin rame. Emang sih masih di dominasi oleh pasar dalam negeri, untuk luar negeri paling cuma dari Malaysia & Singapore, itupun jarang banget. Tapi gpp namanya juga baru ya ga mungkin langsung melesat...ntar malah saya yang puyeng heheheh.
Sekarang aja hampir tiap hari sekitar 100 email, sms, maupun YM ramai menyapa. Alhasil...rada kelabakan sendiri ngejawab segala macem pertanyaan dari calon pembeli. Apa udah saatnya aku nyari asisten ? mmm kayaknya blom kali ya...masih bisa kehandle.

Senang rasanya bisa mengalami peningkatan , apalagi menjelang MILAD 3 TDA. Jadi ada yang bisa diceritain nanti ke teman2 disana.

Di bulan Februari ini juga aku bertekad untuk bangkit lagi membangun jaringan Ori yang kemaren sempet mati suri. Apalagi panas dan gerah ngeliat keberhasilan Nadia dalam pencapaian bonusnya yang menggiurkan. Pikirku klo mau cepet resign ya harus diseriusin lah...Ya Orinya ... ya Jilbabnya...

Untuk kedua rencana bisnisku itu, aku berniat membangun jaringan di kalangan para alumni ESQ. InsyaAllah dan mudah2an disitu jalan terbuka lebar, melihat pasarnya yang pas dan memungkinkan.
Yaaah mudah2an ya, pada tahun ini semua rencana & mimpiku untuk segera resign dapat terlaksana Amin...

Januari 10, 2009

Target 2009

Walopun tahun 2009 dah kita lewati 10 hari, tapi ga ada salahnya ah bikin catetan target apa aja yang mau dicapai di tahun ini. Untuk aku pribadi sih tahun ini bener-bener aku fokusin ke bisnis jilbabku yang Alhamdulillah dah mulai keliatan titik terangnya :) . Selain peningkatan penjualan online, aku juga mentargetkan tahun ini harus punya paling ga 1 buah toko offline khusus kerudung. Target penjualan online tahun ini pun dah aku buat yang mana ditiap bulan harus ada peningkatan 10% dari bulan sebelumnya. Dan Alhamdulillah baru tanggal 10, target yang aku tulis untuk bulan Januari 2009 ini sudah hampir mencapai 50%. Mudah2an tercapai ya targetnya.

Target lainnya adalah mulai lirik-lirik rumah untuk investasi. Soalnya aku & suami tuh type pemboros sehingga mendingan dijadiin barang aja daripada bentuk uang yang akhirnya habis ga karuan :)

Trus ya...InsyaAllah nih...tahun ini mo produksi jilbab sendiri...paling ga akhir tahun ini lah. Ntar pas cuti melahirkan aku punya rencana untuk ikutan kursus menjahit biar tau gimana2 mengenai serba-serbi jahit menjahit jadinya ga usah pake jasa maklon, pengennya sih di kerjain sendiri bersama karyawan insyaAllah ya...biar harganya bersaing & bisa masuk pasar tanah abang. Klo nanti dah OK, aku mo nggandeng pedagang tanah abang untuk pemasarannya biar cepet muter produksinya...Amiiin...doain ya

Target yang lainnya adalah Resign dari kantor yang sekarang, karena klo ngeliat rencana2 bisnis 2009, kayaknya dah ga bisa dech di sambi ngantor, selain itu juga saya mau fokus ngebantu suami untuk membangun Nirwana Express bisnis jasa kurir yang sangat dibanggakan oleh suami saya.

Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim....mudah-mudahan Allah meridhoi rencana2 ku di tahun ini ....Amin...

Januari 08, 2009

Selamat Jalan Lolli...

Malam tahun baru 2009, aku mendapet sms dari lolli sahabatku yang baik hati yang isinya " Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Allah beri aku kaktus berduri. Aku minta pada Allah binatang kecil yang lucu , Allah beri aku ulat bulu....aku sempat tertegun....Lalu kaktus itu berbunga, Indah sekali dan ulat itu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik...Allah tidak memberi apa yang kita minta, Allah memberi apa yang kita butuhkan".

Kemarin malam 7 Januari 2009, Lolli telah berpulang ke hadapan Allah yang mencintainya...Dia pergi karena Leukimia yang baru saja terdeteksi setelah lebih dari 21 hari di rawat di RSCM. Aku menangis sedih...membayangkan jika itu terjadi padaku....Anaknya masih kecil-kecil.

Pagi harinya aku pergi kekantor dulu dengan niat menyelesaikan tugas yang masih ada, setelah itu meluncur ke Cinere untuk penghormatan terakhir kepada sahabatku. Tapi, tangisku kembali meledak tatkala ijin tak diberikan dengan alasan pajak belum selesai...Demi Allah...tidak sampai 10 menit untuk menginput pajak ke system, namun masalahnya angka itu belum aku terima, sedangkan sampai jam makan siang angka itu belum aku dapatkan. Bahkan aku berjanji untuk kembali kekantor demi menginput angka itu walaupun cuma 10 menit. Astagfirullah...Orang meninggal cuma sekali kok....Ijin tetap tidak diberikan...Ya Allah berilah aku kesabaran...

Selamat jalan Lolli...I miss you Bunda....

Desember 01, 2008

Semangat Baru...

Kangen juga nulis di blog, setelah sekian lama absen.

Alhamdulillah memasuki kehamilan bulan ke-4 ini, rasa malas & mual sudah hilang. Sekarang waktunya bangkit lagi. Selama 4 bulan ini banyak ketertinggalan saya terutama dalam berbisnis . Mungkin bawaan hamil kali yaaa.

Oh iya nih sampe detik ini, aku blom juga dapet pembantu untuk dirumah. Soalnya si mba Urip yang biasa kerja dirumah , aku kirim ke AIS untuk nemenin kakak Jihan yang masuk boarding school. Terpaksa di rumah banting tulang...( ciyeee ). Susah juga ga da Urip, tiap pagi aku mesti jajan sarapan yang ga jelas. Sedapetnya tukang jualan :( dan juga repotnya karena tiap pagi harus nge-drop adek Ghina di rumah eyangnya walopun jaraknya ga terlalu jauh.

Keinginan untuk bisnis kembali menggebu-gebu belakangan ini, karena agak sedikit "panas" menyaksikan kemajuan pesat dari sahabat yang juga inspirator untukku. Duh Thanks banget ya Ris dah membakar semangat gue. Doris baru aja buka toko di ITC Kuningan padahal baru sekitar 1 tahun jadi TDA dah punya 3 Outlet.

Kira-kira 2 Minggu belakangan ini, tiap hari lewat salah satu toko yang aku taksir bakalan jadi toko offline-ku, setelah toko yang di Jatiwaringin ditutup karena omzet tidak mencapai target. Toko yang aku taksir ini letaknya di pinggir jalan raya yang tentunya di lewati kendaraan umum 24 jam. tempatnya di sebelah salon yang lumayan rame. Tempatnya sih emang perlu dipermak supaya agak nge-jreng & berkelas.

Rencananya toko ini untuk outlet jilbab. Karena aku ngeliat pasarnya bagus di daerah sini. Selain banyak komplek yang lumayan, juga banyak ibu-ibu RT yang kerjanya cuma anter jemput anak sekolah, ya ngerumpi-rumpi sambil blanja...lumayan kan :)

Doain ya teman-teman....moga2 rencanaku berjalan lancar, demi untuk menyongsong saat resign telah dekat.

September 14, 2008

Polisi Pengayom Masyarakat ???...

Minggu lalu disuatu pagi, seperti biasa fikri suamiku mengantarkan aku menuju tempat angkot, karena selama ramadhan ini diriku selalu ketinggalan jemputan. Nah pagi itu aku lupa meminta tanda tangan pengajuan pembukaan rekening bank. Terus akhirnya sebelum turun, aplikasi itu baru ditandatangani. Pas di pinggir jalan dekat tempat mangkal Angkot 45 jurusan Lippo Cikarang. Ada seorang polisi yang sedang mengatur lalu lintas yang masih sepi itu, lalu ada seorang lagi dari arah seberang lampu merah tampak melihat kami dan menuju ke arah kami. Aku bilang ke suamiku klo ada polisi mendekat, jangan2 nanti ditilang. Betul juga pas aku turun dan menuju angkot, aku liat polisi yang tadi di seberang sana menghampiri suamiku dan meminta stnk.

Polisi : Pagi pak...STNK...
fikri : Pagi ( sambil menyerahkan STNK )

lalu si polisi tersebut berjalan menuju pos polisi yang ada didepan giant tsb. Diikuti oleh suamiku yang bingung ....

Polisi : Sim-nya pak...

Fikri : ( menunjukan simnya ) lalu si polisi itu mau mengambilnya.

Fikri : Eit... bapak mau nilang saya ? apa salah saya pak

Polisi : Loh anda berhenti disitu..

Fikri : Disitu tdk ada larangan untuk berhenti pak, tidak ada rambu S coret yang ada P coret

Polisi : Yah...anda salah karena parkir disitu

Fikri : Parkir ...? saya cuma berhenti sebentar pak. tadi saya memang sempat tandatangan beberapa dokumen & memberi uang ke istri saya..berapa lama sih itu pak....

Polisi : Yah itu lama...

Fikri : Sekarang gini dech pak, saya minta undang2nya...pasal berapa yang saya langgar ?

Polisi : Anda nih kok sok pintar ya...

Fikri : Pak...saya dapat sim ini pake test...ga mungkin saya lulus klo saya ga tau rambu

Polisi : Terus anda maunya gimana?

Fikri : Ya saya maunya Bapak melepaskan saya dan bmembiarkan saya pergi

Polisi : Ya...ga bisa gitu caranya donk...

Fikri : Loh terus gimana? bapak mau minta uang sama saya?....terus terang pak saya ga akan kasih. klo saya kasih uang ke Bapak, itu namanya saya tidak mendidik bapak. Bapak ini kan aparat negara, seharusnya bapak mendidik masyarakat. Bapak harus bisa membedakan salah dan lalai. Kalo saya lalai pak, saya tidak tau batas seberapa lama boleh berhenti, tapi klo angkot2 diseberang sana salah, karena sudah jelas ada S coret tapi tetap aja berhenti dan kenapa didiemin sama polisi ?

Polisi : Loh kok...anda jadi nyankut2in angkot ?

Fikri : Ya iya donk pak, Gini aja dech pak, iklasin aja saya pergi, anggap aja bapak sedang mendidik masyarakat yang lalai.

Polisi : klo anda mau menjelaskan silahkan anda jelaskan di sidang

Fikri : Terus terang klo saya sampai ditilang, saya akan catat nama bapak, dan saya akan tanyakan ke hakim. mana pasal yang saya langgar

Polisi : Ya sudah sana...jangan diulangi lagi ya...

Fikri : Terima kasih pak...semoga ini akan jadi amal ibadah bapak di bulan Ramadhan ini

Akhirnya selamat dech ga kena tilang ( lah emang harusnya ya)

September 07, 2008

Dahsyatnya Sebuah Milis

Beberapa bulan yang lalu saya mendengar cerita tentang kedahsyatan sebuah email yang diposting ke salah satu milis. Salah satu sahabat saya Vita menulis sebuah curhatan tentang seorang dokter yang kurang komunikatif dalam menangani anaknya yang menjadi pasien dokter tersebut. Teman saya ini menuliskannya di sebuah milis dan ternyata istri dari dokter tersebut menjadi salah satu member milis itu, keesokan harinya si Dokter langsung menangani secara lebih personal.

Kedahsyatan itupun saya rasakan minggu lalu. Salah seorang customer Nirwana menulis tentang komplennya di sebuah milis yang hampir separo anggotannya adalah customer Nirwana. Walaupun komplen itu sudah di sampaikan kepada Nirwana dan juga mendapatkan kompensai dari komplennya, namun si Ibu ini seakan-akan ingin membuat Nirwana rusak & hancur, itu yang saya rasakan. Karena saat pertama kali memakai Nirwana pun, ada kejadian yang tidak diinginkannya. Saat itu si Ibu minta Nirwana pick up kue di rumahnya, Namun si kurir telat mengambilnya. Perlu di garis bawahi disini bahwa walaupun kurir telat mengambil namun kue tersebut sampai di tempat acara dengan selamat & tepat waktu alias acara belum dimulai. Namun si Ibu ini tidak mau membayar ongkos kirimnya.Lalu dia bilang bahwa saya akan tulis di email ke NCC klo Nirwana begini ya....( Jadi intinya memang dia ada niat membuat Nirwana tidak dipercaya lagi )

Minggu lalu, akhirnya niatannya tercapai juga, Email yang diposting mendapat banyak tanggapan. Akhirnya beberapa hari, milis itu berisi tentang Nirwana. Ada yang ikut2an komplen, ada yang ngasih tanggapan menyangkal dan ada juga yang mengomentari walaupun dia tidak tau apa-apa.

Setelah ramai, akhirnya pihak nirwana memuat email permintaan maaf atas komplen yang di tujukan kepada Nirwana. Alhamdulillah ternyata Email propaganda dalam rangka menjatuhkan Nirwana, justru mendapatkan beberapa tanggapan empati & acungan jempol ke email japri kami. Lumayan lah jadi seperti iklan gratis :)

Thanks ya Bu atas emailnya, ternyata salah tuh. yang ada sekarang malah tambah banyak tambahan customer baru.

Semoga si Ibu mendapatkan kurir kue yang lebih baik lagi dari Nirwana .

September 01, 2008

Susahnya Bisnis Jasa

Kalo dipikir ya...bisnis yang berhubungan dengan jasa itu rumit loh, karena kita berhubungan dengan orang. Selama mendampingi suami dalam menjalankan bisnis courier & cargo Nirwana Express banyak kejadian-kejadian yang unik dalam menghadapi para karyawan maupun Customer.

Dulu pernah ada salah satu customer Nirwana yang walaupun lumayan dekat dengan diriku (baca : temen) pernah marah-marah karena kiriman yang diminta untuk dikirim dalam beberapa jam kita kenakan charge special delivery yaitu kiriman sampai dalam waktu max 3 jam. Si Ibu customer ini marah-marah karena biayanya mahal dan berkata " OK saya bayar...tapi ingat cukup terakhir ini saja...saya ga akan pakai Nirwana lagi ". Duh sebetulnya kan kata-kata itu ga perlu keluar dari ucapannya yang saya yakin pasti tanpa sadar, karena sedang kesal. Segala sesuatu kan tidak harus di selesaikan dengan cara marah. Utarakan saja keberatannya, InsyaAllah Nirwana bukan perusahaan yang kaku kok. Klo masuk akal pasti di setujui.Namun akhirnya si Jeng yang satu ini "menjilat ludah" dan malahan jadi customer setia Nirwana, walaupun setelah kejadian itu lama juga ga pake jasa Nirwana

Nah...hari ini ada lagi kejadian dengan salah satu customer unik lainnya. Sebetulnya sih ini customer memang rada unik banget. Pertama kali ngirim kue. Waktu itu ga mau bayar ongkosnya dengan alasan kurir Nirwana telat datang ke rumahnya. Tapi kue tersebut sampai di tempat tujuan tidak telat alias tepat waktu yang diinginkan si pelanggan kue. Namun si Ibu "DJ" ini tetap tidak mau membayar.

Kalau mendengar cerita diatas, seharusnya si Ibu " DJ" ini tentunya tidak akan memakai Nirwana lagi karena mungkin kapok atau malu karena pernah dengan "menjual" nama pelanggan kuenya tidak mau membayar ongkir ( itu klo punya malu ya). Walaupun sambil marah2 dan bilang ongkir tidak akan dibayar, namun kurir kami tetap mengantar dengan tanggung jawab sampai di tempat pelanggan ibu"DJ" ini. Namun kenyataannya hari minggu lalu si Ibu"DJ" yang katanya seorang executive sekertaris ini meminta pihak Nirwana untuk pick up kuenya lagi...

Namun, karena hari minggu kiriman dari BreadTalk yang di schedulekan sebelum bu "DJ" ini belum selesai dan si kurir harus menunggu, akhirnya telatlah sampai di rumah ibu"DJ" ini. Ibu yang lumayan berpendidikan ini marah-marah kepada suami saya di telp dan bilang " saya ga mau bayar ongkir + Nirwana harus membayar ganti rugi alias harus bayar harga kuenya".

Suami saya tidak mengiyakan, karena harus tau dulu permasalahan yang sebenarnya. Namun ketika kurir sampai...dengan lantang dia berkata.." saya ga mau bayar ongkir....dah bilang sama pak Fikri"

Ok...itu kesalahan dari Nirwana. Ongkir tidak dibayar tidak masalah. Harus mengganti harga kuepun tidak masalah. Tapi Kalo saya pribadi ya...kok ya ga masuk akal aja. Misalnya ada orang marah-marah kuenya telat, trus katanya si pelanggan kuenya ga mau bayar kue tapi kok kuenya diterima ya....Orang macam apa ya...ga mau bayar kue, terus kuenya dimakan...hiy...apa ga sakit perut tuh ya?

Keesokan harinya, salah satu pelanggan Nirwana bilang" Tuh si DJ cuap-cuap di NCC"...Kita mah ketawa-ketawa ajah....siapa sih yang ga kenal DJ ?

Pagi hari tadi, Ida CS Nirwana untuk divisi cake menelpon ibu"DJ" untuk meminta maaf dan bertanya berapa harga kue yang haru diganti ? Si Ibu "DJ" menjawab sekian...lalu Ida meminta no telp pelangganya karena mau telp langsung untuk menyatakan permintaan maaf. Tapi Ibu "DJ" ini tidak bersedia memberikan no telpnya ( menurut feeling saya sih takut kali, Nirwana tanya apakah benar kue yang kemaren tidak dibayar? tapi kok di terima?). Terus si ibu "DJ" ini menjelaskan..." gini loh mb...pelanggan saya kemaren emang marah-marah...tapi tadi dah ga kok...jadi dia bayar kuenya tapi ongkirnya tetep ga mau bayar loh"

Hihihihi...ngejelasinnya kok, pas kita minta no telp pelanggan ya...sampe detik terakhirpun masih bilang klo pelanggan ga mau bayar kue dan Nirwana harus ganti . Kasian amat pelanggannya ya...namanya di jual...walaupun setelah penjelasannya akhirnya telp tsb di berikan.

Pelanggan Nirwana juga sering kok ,kuenya belom jadi saat kurir datang, dan tetap ditunggu selama ga ada schedule mepet. Termasuk Ibu "DJ" ini. Tapi hal itu tidak dinilai ? baginya yang sebagai pelanggan adalah RAJA....

Pelanggan adalah raja memang betul...tapi kami sebagai pemberi jasa juga berhak donk memilih siapa saja pelanggan yang boleh jadi pelanggan kami. Agar mereka juga tau bahwa posisi kita adalah sama, saling membutuhkan.

Kami menyadari, Nirwana besar & berkembang karena komplen, makanya kami selalu terima komplen yang masuk untuk di jadikan bahan agar kedepannya kami bisa lebih baik. Terima kasih kepada para customer loyal Nirwana . Kami sangat menghargai komplen yang masuk dan ditujukan pada kami bukan pada komunitas yang jelas-jelas merusak nama baik Nirwana.