Juli 25, 2008

3 Hari di MAZ

Hari ini saya baru aja pulang dari Mahad Al Zaytun yang megah itu, Bangga rasanya bisa menyekolahkan Jihan disana, Selama 3 hari kemare saya baru benar-benar tau keseharian mereka dalam mendidik anak khususnya anak MI. Tak ada keraguan sedikitpun untuk menyekolahkan anak saya disana.

Kami datang hari minggu malam setelah selama 1 minggu " libur " sekolah karena mbak Ning (orang yang saya percayakan menjaga anak saya disana) rada sedikit sakit. Harus kerja keras untuk adaptasi dari awal lagi hiks :( ditambah si mbak memutuskan untuk pulang kampung ga balik lagi, sempet stress di buatnya. Selama 1 minggu berjibaku mencari pengganti ternyata semua yayasan tidak punya stok " mbak ". Dalam keputusasaan yang hampir menyerang, tiba2 datang khabar baik bahwa anaknya pak Abu (seorang kenalan suami saya) yang bernama Hani bersedia menjaga Jihan disana. Alhamdulillah ya Allah telah kau jawab doaku.

Kami sampai di pesantren terbesar di asia tenggara itu sekitar pukul 10 malam. Di saat penghuni kamar 106 tempat Jihan tinggal telah terlelap. Setelah rapih-rapih akhirnya suamiku, Pak Abu, Adek Ghina & mbak Urip pulang kembali ke Bekasi...( hati-hati di jalan sayang...rada khawatir juga karena kami membawa si Adek yang belum genap 2 tahun). Dan akupun di tinggal disana dalam rangka memberi "training" Hani dan mendampingi Jihan dalam masa transisi yang seharusnya sudah terlewat.

Si Hani ini mempunyai alergy makan ayam, ikan, dan kacang2an. hanya telur & daging sapi yang dimakan. Si Hani ini agak pemalu sehingga makan, minum harus di suguhi dan di suruh2...ampun dech kok jadi ngurus 2 anak sih ? bukannya dia yang membantu saya ? . Dari hari pertama terlihat kwalitasnya, selain tidak bisa mengurus dirinya sendiri ( gimana bisa urus anak saya?) juga saya perhatikan sangat jorok dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan padahal umurnya 19 tahun lebih tua dari mbak Ning yang masih 17 tahun.

Hari pertama terlewatkan dengan tidak ada hasil pelajaran yang saya berikan.Padahal hari selasa sore saya sudah harus kembali ke rumah karena cuti yang diberikan hanya 2 hari. Rada deg-deg an juga nih...gimana klo tuh anak ga bisa...sementara Jihan belum begitu dekat dengan wali kamarnya. Hari selasa pagi, hani terserang flu setelah saya beri obat dan saya suruh istirahat agar cepat sembuh namun serasa tersambar petir pas pulang dari menjemput Jihan dari sekolah ternyata dia bilang " Bu...saya pulang aja sore ini bareng ibu..saya takut sakit2an disini" Gubrak dech....mau pingsan rasanya. Langsung mingren kepala ini... bingung harus gimana. Saya langsung minta ijin ke supervisor saya untuk minta ijin 1 hari lagi, Alhamdulillah ci Titin ( Panggilan saya ke spv saya ) begitu pengertian, asalkan kami harus selesai tugas2 saya.

Saya langsung telp suami dan bilang tentang berita ini serta memintanya untuk mengantar mbak Ning ( yang memang belum saya bolehkan pulang sebelum dapat pengganti ). Saat itu saya menangis...tangis karena kesal dan khawatir terhadap Jihan. Jihan belum bisa mandiri walaupun semua temannya sudah bisa tanpa pendamping. Duh ga kebayang aja nanti gimana ya... tapi untuk memindahkannya ke sekolah di Bekasi tidak terpikir sedikitpun olehku apalagi setelah melihat sendiri bagaimana lembaga pendidikan itu memperlakukan anak-anak didik mereka.

Berita gembira yang tidak disangka-sangka datang dari suamiku . Dia bilang bahwa mbak Ning memutuskan tidak jadi pulang karena khawatir dan kasian terhadap Jihan...Duh Gusti Alhamdulillah pertolonganMU sangat dekat ya Allah...Plong banget setelah mendengar berita itu. Paling ga Jihan ama sampe lebaran.

Aku takjub sekali dengan pola asuh di Mahad Al Zaytun. Disana anak diperlakukan sangat istimewa apalagi untuk santri MI yang masih kecil-kecil. Tidak pernah sekalipun saya mendengar hardikan dari para guru, wali kamar, security bahkan penjaga kantin. Subhanallah begitu lemah lembut tutur kata mereka. Aku sampe bingung kok bisa ya...
Disana anak diasuh untuk menjadi manusia yang siap terjun ke Masyarakat. Aku bayangkan disana Jihan di ajarkan untuk makan sendiri ( biasanya di suapin ) mandi sendiri, pake baju sendiri bahkan tidur sendiri. Semua pendamping dan wali kamar dilarang tidur dikamar santri. Kalau ada santri kecil yang terbangun di malam hari dan menangis, Security akan membangunkan pendampingnya yang tidur di lain gedung. Memang tidak tega sih...biasanya semua tersedia dan dilayani, namun jika pola asuh itu terus dijalankan, Jihan akan aman hanya jika bersama orang tuanya. Dia akan bisa bertahan jika terpisah dari orang tua. Lagipula disana tidak ada TV dikamar sehingga salah satu pengaruh buruk terbesar dalam perkembangan anak telah hilang. Jauh berbeda jika Jihan dirumah yang ikut nonton sinetron saat si mbak juga nonton, Tidak terawasi apalagi siang hari saat saya ke kantor.

Disana pola sayapun berubah, yang biasanya bangun jam 05.30, disana saya sudah terbangun di pukul 04.00. langsung berangkat ke kamar Jihan yang berada di seberang gedung tempat saya tidur. Di kamar Jihan saya mulai mandi dan sholat subuh dan menyiapkan pakaian sekolah. Setelah itu dengan pelan2 membangunkan Jihan dari tidurnya. kira2 30 menitan bangunin Jihan, jam 06.00 anak2 sudah siap berangkat ke sekolah setelah meminum susu.

Sekolah Jihan lumayan jauh dari Asramanya, untung kemaren dah bawa sepeda untuk anter jemputnya. Oh iya disana dilarang pake kendaraan bermotor karena polusi. semua kendaraan tamu, diparkir ditempat yang telah disediakan. Sampe di sekolah sekitar jam 06.30, Anak2 langsung mengambil sarapan pagi yang berisi nasi + lauk + sayur dan buah
Setelah selesai makan, Bel pun berbunyi tepat pukul 07.00. Semua anak berbaris rapih. sebelum masuk kelas, mereka menyanyikan lagu Indonesia raya. Masuk ke kelas satu persatu dengan pemeriksaan kuku. Didalam kelas sebelum belajar mereka berdoa bersama. Setelah itu pelajaran dimulai

Di Mahad Al Zaytun, pembagian kelas berdasarkan prestasi atau kemampuan anak. Anak yang lebih pandai di kelas B dan seterusnya. Alhamdulillah Jihan ada di Kelas 1 B-01, artinya adalah kelas tertinggi . Rata-rata anak kelas B-01 sudah bisa membaca, menulis dan berhitung. Tujuannya adalah agar lebih fokus dalam pemberian materi. Jangan sampai anak yang kurang daya tangkapnya dipaksa untuk mengikuti anak yang cepat daya tangkapnya demikian juga sebaliknya. Akan sangat membosankan sekali untuk anak yang cerdas mendapatkan pelajaran berulang-ulang demi untuk si anak yang kurang daya tangkapnya.

Satu kelas rata-rata terdiri dari 20 siswa. Mereka diajar oleh 1 orang guru dan ada guru pendamping yang berkeliling untuk memastikan si anak tidak bermasalah dalam mengikuti kelas. Jika ada anak yang menangis atau tidak mau belajar, si anak tersebut tidak dipaksa, namun diajak keluar kelas, bermain apa yang anak inginkan. Maklumlah fokus mereka di semester ini adalah anak betah dan nyaman dulu.

Semua murid MI nisa ( perempuan ) tidak memakai jilbab, alasannya adalah mereka masih kecil, dikhawatirkan jika memakai jilbab, ilmu yang diserap tidak maksimal karena kuping tertutup. Untuk santri Mts sudah wajib memakai Jilbab

Pukul 12.00 adalah waktunya sholat dhuhur berjamaah dikelas. Lebih tepatnya praktek sholat karena semua bacaan sholat harus disuarakan kencang sehingga bu guru bisa mendengar kesalahan. Selesai sholat di ikuti makan siang yang juga terdiri dari nasi + lauk + sayur & buah. Para guru berkeliling untuk memastikan si anak makan. Disetiap meja saya perhatikan mereka berhenti dan menolong anak2 untuk memisahkan ikan dari durinya. ataupun sekedar duduk disebelahnya sambil ngobrol dengan si anak. Duh...kok sabar banget sih...

Selesai makan, anak-anak diperbolehkan pulang ke kamarnya masing-masing. Saya pun kembali mengayuh sepeda menuju asrama An-Nur. Sampai di kamar anak-anak ganti baju dan itirahat. Sebetulnya ada kewajiban untuk anak-anak MI untuk tidur siang, tapi karena belum terbiasa banyak juga anak-anak yang tidak tidur siang dan bermain boneka atau membaca buku dongeng yang mereka bawa. Biasaya bangun tidur mereka disuguhi es buah segar. Setelah azan berbunyi, anak-anak murid MI menuju lantai 2 untuk sholat ashar berjamaah setelah itu mandi dan makan sore.

Setelah terdengar suara azan magrib, mereka naik lagi ke lt.2 untuk melakukan sholat magrib dan mengaji sampai datangnya waktu Isya. Setelah itu kembali ke kamar dan belajar bersama guru pembimbing yang datang ke kamar.
Bukan main teraturnya hidup disana. Anak akan terbentuk dari lingkungan yang teratur. Bayangkan kalau di Jakarta , Jihan akan belajar hidup dengan peraturan namun disini dia teratur dengan sendirinya karena lingkungannya.

Mudah-mudahan Allah memberikan ridhonya kepada para pemimpin pesantren tersebut agar bisa menunaikan tugasnya dalam mendidik anak bangsa yang akan membawa perubahan bagi bangsa ini....Amiiiin

Juli 19, 2008

Order Online Sudah Meningkat

Alhamdulillah setelah toko offline Hanna tutup malahan order online meningkat tajam baik dari dalam kota, luar kota bahkan beberapa negara tetangga. Tak pikir2 ya kayaknya kok mending ga usah ada toko offline ya, selain memangkas biaya juga meluangkan waktu saya yang sudah semakin sempit ini. Padahal dah lama ga update web maupun blog tapi ternyata rata2 para buyer browsing di google. Mungkin juga ini adalah jawaban dari doa saya yang minta petunjuk dalam kebimbangan dalam menentukan kapan sih mau resign ? Sepertinya jawaba Allah adalah " Tiap orang sudah diberi rejeki masing-masing, selama orang itu berusaha pastilah rejeki Allah mengalir "

Rencananya sebulan ini mau mulai update webstore lagi selain memang ada beberapa barang baru dalam menghadapi ledakan penjualan menghadapi lebaran ( amin ) juga ada beberapa informasi yang harus di update.
Bisnis baru yang sempat terbetik dibenak adalah mulai lagi fokus di adsense, kebetulan kemaren baru beli e-book mengenai adsense black magic...keren ya namanya. tapi sampe sekarang blom mudeng juga tuh soalnya tiap mo belajar pasti diganggu anak2 :)

Untuk bisnis Oriflame tetep masih di 6% ( 3bulan berturut2) target bulan agustus 9% harus. Bisnis yang luar biasa ini cukup bikin gw seneng loh pasalnya nih bulan juni lalu di akhir bulan gw cek poin nih...ternyata 2hr sebelum tupo poin gw masih kurang 80bp lagi trus lupaaa deh karena sibuk ke Indramayu ngurus sekolah Jihan. Pulang ke Jakarta OMG tgl 2...waduh ga dpt 6% nih gw...hiks :( iseng cek poin lagi ternyata bulan juni lalu gw tupo juga di 612Bp ...Takjub ajah gitu loh tadinya dah sedih ajah masak bonus turun sih kan haram hukumnya ya :)

Oh iya gw juga baru bikin blog baru...biasa dagangan baru lagi hehehe jualannya karpet hehehe...jangan pada ketawa yah...emang gw banyak dagangannya biarin ajah kan dikit lagi mo resign :)

Terus nih ya...ga tau emang karena sugesti atau apa ya walopun blom telat, gw kok ngerasa klo bulan ini insyaAllah hamil ya (amin) hehhehe...secara tuh perut berasa kembung dan emang kita dah ngerencanain hamil secara umur dah tuwir :)