Februari 02, 2008

Curhat...

Sudah sebulan lebih saya membuka toko offline perlengkapan muslim, dan dalam sebulan sudah 3 orang karyawan yang jagain toko. Karyawan terakhir adalah Angki yang baru masuk 2 hari yang lalu. Mudah2an betah dan tidak seperti sebelumnya yang bikin saya repot sehingga harus tutup toko selama seminggu.

Saya baru menyadari kejanggalan2 yang ada di toko saya ( jangan takut dulu ya ini bukan cerita horor ) . Toko saya yang terletak di jalan raya jatiwaringin itu saya dapatkan secara tidak sengaja dari sebuah iklan di milis tarki yang bertajuk "over kontrak". Langsung saya kontak dengan meta si pemilik toko sebelumnya. Meta bilang mau di over karena tokonya itu sering tutup karena tidak ada yang jaga. Segera saya meluncur kesana untuk melihat lokasi. Ternyata saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Lokasinya cukup bagus. letaknya di pinggir jalan raya yang ramai. Tokonya sendiri merupakan lahan sebagian dari rumah yang punya. Rumah yang besar dengan 2 buah garasi di kanan dan kirinya. garasi sebelah kanan di sewakan untuk restoran nasi bebek, dihalaman depan yang cukup luas disewakan untuk beberapa pedagang diantaranya sate,mi goreng, jus, martabak,gorengan dan keripik. sedangkan garasi di sebelah kiri yang saya sewa adalah bekas display hasil jahit sang pemilik karena kebetulan beliau adalah penjahit yang sudah cukup tenar di daerah tersebut konon dulu sampai memiliki karyawan +/- 30 orang dan sekarang hanya sisa 5 orang karyawan yang menjahit persis di ruang belakang toko yang saya tempati.

Toko yang saya tempati itu cukup luas kira2 ukurannya 5M x 9M. cukup murah saya rasa dengan harga 10juta/tahun. Tapi sang pemilik meminta 1 sisi temboknya untuk display bahan & hasil jahitannya. Ini yang saya kurang teliti. Saya benar2 jatuh cinta pada toko ini sehingga agak rancu dalam menilai maksud 1 sisi tadi dan juga meta si penyewa lama tidak menjelaskan secara detail mengenai mekanisme pembagian ini.

Waktu Rahma keluar, saya sempat menghitung ulang stok yang ada tetapi ada beberapa barang yang hilang. Karena memang waktu itu riweh dan saya tidak update dalam menginput ke system sehingga saya fikir sayalah yang salah. Dan ketika Yanti keluar pun perhitungan barang selisih. Saya masih tidak percaya diri dengan hasil hitungan saya dan saya memakluminya untuk yang kedua kali. Setelah 2 kejadian itu, saya benar2 ambil pelajaran. Anggaplah ini adalah harga yang harus saya bayar akibat kemalasan saya dalam mengupdate stok. Saat toko tutup dan tidak ada penjaga, saya pergi kesana untuk menghitung ulang stok yang saya akan jadikan stok awal lagi :(

Tapi alangkah kagetnya saya ternyata toko saya itu tetap dibuka walaupun hanya rolling doornya saja sedangkan pintu kacanya di kunci dan pintu dalam yang merupakan pintu penghubung ke rumah yang punya terbuka....saya tanya sama penjahitnya ternyata memang rolling door selalu dibuka takutnya ada orang yang ambil jahitan katanya. Tapiiii berarti mereka bisa masuk toko saya seenaknya? gimana ni? bagaimana klo ada barang yang hilang?

Nah sejak kejadian itu saya jadi mikir...bukannya mau berburuk sangka ya tapi apakan benar memang saya salah hitung stok sebelumnya? 2X salah? Maka saat itu mulailah saya menghitung ulang dengan sangat hati2 sehingga saya yakin seyakin-yakinya dengan perhitungan saya. Hasilnya akan saya jadikan stok awal jika ada penjaga baru.

2 hari yang lalu sang SPG baru, Angki namanya datang dan mulai bekerja. pekerjaan pertama adalah menghitung stok bersama-sama saya. astaga...stok mukena batik saya hilang 1 buah ? ini ga mungkin saya tau betul stok itu dan saya betul2 yakin dengan stok saya...
Besok harinya saya minta Angki untuk menghitung lagi stok yang ada sambil menghafalkan produk yang ada di toko agar dia nantinya tidak bingung...tapi apa yang terjadi ?

" Bu...stok baju yang di sale 35 ribu kurang 1, stok sarung kurang 1, stok sandal kurang 2 dari yang kemaren kita hitung sama2..."

Gggrrrhhrh...pusing saya dibuatnya...saya langsung kesana sepulang kantor dan betul ternyata stok2 itu raib...? ga mungkin klo tidak ada yang ambil ? kenapa cuma ambil 1 atau 2 tidak diambil semuanya? pasti orang dalem donk? penjahit2 itu..? pembatunya..? atau siapa..? persis kayak di novel agatha christie....

Saya langsung masuk ke dalam untuk menginterogasi eh ga deng...nanya sama mas kur penjahit laki2 yang kebetulan memang tidur disana. Saya ceritakan semua tentang kehilangan2 saya . Dia juga bingung tapi sempet ada omongan klo yang suka lihat sih anaknya bu atun si pembantu yang sudah lama tinggal situ. fyi anak dan cucunya sering banget dateng serasa itu rumahnya. Sementara ibu yang punya rumah sedang dirawat di RS sampe sekarang...jadi tuh rumah tak bertuan...hiiyyyy horor :(

OK nanti saya akan cerita sama mbak Shinta anak di pemilik rumah tentang yang saya alami dan mencari solusi bersama-sama. tapi klo tidak ada solusi gimana? saya sudah terlanjur bayar uang sewanya dan tidak mungkin kembali ? klo terus2an begini saya pasti akan kehilangan terusss...duh pusing.....

0 komentar: