Ada satu kejadian hari ini yang membuat saya merenung dalam...
Hari ini anak perempuan Bu Wati (Teman kantor sekaligus teman satu jemputan) meninggal dunia. Kematian memang sesuatu" teguran " bagi orang disekelilingnya.
Anak perempuan bu Wati ini berumur 17 tahun dan ternyata (saya baru tau hari ini) bahwa almarhumah mempunyai kelainan jantung bawaan dari lahir. Karena penyakit ini almarhumah tidak mampu beraktifitas seperti anak sehat pada umumnya sehingga hanya mengenyam pendidikan s/d SD. Bukan penyakitnya yang membuat saya trenyuh tapi kejadian saat almarhum pergi.
Tadi saat kami melayat si Ayah sangat shock dengan kematian putri semata wayangnya yang juga bungsu dari 3 bersaudara. Saat itu si Ayah yang sedang tertidur pulas karena baru pulang tengah malam merasakan ada yang membangunkannya tidur. Dia merasa Almarhum berkata " Bapak....bangun pak...ayo anter adek" lalu si Ayah merasakan pukulan yang kedua yang lebih keras yang menyebabkan si Ayah kaget dan terbangun....Astagfirullah...si adek kemana? kok cepet amat hilangnya begitu pikirnya....lalu diapun keluar kamar dan menanyakan pada sang kakak yang sedang mengetik..." Adek mana?...ga tau paling lagi beli kue...sahut kakaknya.
Saat itu saya tidak berfikir apa2...lanjut cerita si Bapak. saat itu saya langsung ke dapur dan memasak nasi untuk sarapan. kira2 hampir 45 menit sampai nasinya hampir matang si Bapak pergi keluar hendak menyapu halaman...tapi matanya terkejut melihat pot-pot yang biasa tersusun rapi kok berantakan dan ada beberapa pohon yang patah..."mmm ada maling pikirnya...namun setelah dia cek tidak ada yang hilang dan diapun pergi membereskan pot-pot tersebut...Astagfirullah ternyata si Adek terbaring disana...lemas dan tanpa nafas...... Lalu dibawalah ke RS dan dinyatakan meninggal.
Bu wati saat itu tidak ada firasat apa2...Almarhumah pun sehat-sehat saja...makanya hari ini bu Wati berangkat ke kantor lebih pagi. sebentar di kantor, bu Wati mendapat telpon bahwa anaknya sakit dan masuk RS.
Sebagai seorang ibu saya bisa merasakan kepedihan bu Wati...mungkin menyesal kenapa hari ini harus berangkat lebih pagi...kenapa ga punya firasat apa2...kenapa Almarhun pergi sendiri tidak ada yang mengantar...mungkin ia merasakan sakit...tapi dia tidak berterus terang....
Sabar bu Wati...mungkin ini adalah jalan terbaik untuknya...Almarhum juga tau bahwa semua keluarga menyayanginya...itu terlihat dari limpahan kasih sayang dan kemanjaan yang diberikan serta sekuat tenaga berusaha memberikan semua keinginan Almarhum selama hidupnya....
Selamat jalan Novi....tidur nyenyak di sana...kami disini senantiasa mendoakanmu